Saya Bukan Ashanty atau Zaskia A Mecca

Menjalin hubungan dengan seorang pria yang sudah lebih dulu mengecap asam manis ( karena asem garam sudah terlalu mainstream ) kehidupan rumah tangga memang menjadi masalah tersendiri buat pribadi saya. Ya disatu sisi saya merasa nyaman, karena merasa dimomong, terlebih umur kami terpaut cukup jauh. Merasa lebih terlindungi, merasa ada yang membimbing… Sejauh itu saya merasa nyaman, ya sangat nyaman. Saya tidak bisa pungkiri itu.

Namun masalah terbesar saya adalah ketika saya harus ikhlas, harus rela, harus ridho, ridhoooo harus ridho bangeeeeet dia tetep berkomunikasi dengan ‘mantan istrinya’ karena adanya anak. Tuhan please, saya bukan ashanty yang bisa nerima Aurel sama Azriel. Terus si Krisdayanti datang ke nikahannya bareng si Raul Lemos terus salaman gitu.  Saya juga bukan Zaskia Mecca yang bisa tetep ridho nerima anaknya Hanung. Azzz Tuhan, hati saya sejujurnya, gak bisa nerima kondisi seperti ini.

Saya terus dan terus merasa panas, kesel, dan segala macam emosi yang campur aduk tiap kali mendengar mereka teleponan, photo bareng mereka, chat chit mereka segala macem. Damn, I’ve hurt! Tiap kali mereka berkomunikasi satu sama lain, entah kenapa yang langsung terlintas dibayangan saya adalah mereka serasa lagi flashback zaman zaman mereka masih bersama dulu. Disatu sisi saya gak mungkin, dan gak berhak memisahkan anak dengan seorang ayah. Karena gak ada sejarahnya yang namanya mantan anak, gak ada dan gak akan pernah ada. Tapi disatu sisi hati gue gak kuaaaaaaatttttt.

Untuk kesekian kalinya, hati kembali gak sinkron sama otak (mungkin lupa di auto sync). Logika bener- bener jalan, buat terus terusan nyabar nyabarin hatiiiiiii.

Hati terus terusan bilang,  “Please deh, gak ada keleus yang namanya mantan anak, lagian emang yang pacaran ama duda lo doang? Jutaan orang yang kayak lo, so mereka enjoy aja jalanin kehidupan mereka.”

Dan hati ngeberontak ga sync sama logika!

Logika tetep kekeuh, “ Tapi, tapiiii itukan anak lo bikin sama mantan bini lo, kalo lo inget anak lo otomatis lo bakal tetep inget terus kisah kasih sampai lahir tuh anak.”

Hftttt, gak taulah mesti ngikutin kata hati atau kata logika.

Mungkin mesti beli obat kuat yang dipinggiran jalan biar hati rada kuat.

Mesti banyak banyak belajar ilmu hidup, biar seenggaknya bisa ridho kayak Zaskia Mecca.

Mungkin sedikit demi sedikit bakal bertambah rasa ridhonya kalau udah nikah.

Entahlah yang terbaik gimana, doain aja !

Aamiiin.

Advertisements

Author: ceritanyakiki

Kiki. Belongs to Pipan || #bikepacker Random pic and story.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s